Gelombang Elektromagnetik

A.Teori Gelombang Elektromagnetik
                Faraday telah menyelidiki hubungan kelistrikan dan kemagnetan sehingga menemukan bahwa perubahan medan magnet dapat menghasilkan medan listrik. Kemudian Maxwell mengemukakan hipotesis bahwa apabila perubahan medan magnet dapat menimbulkan medan listrik, maka sebaliknya perubahan medan listrik pun akan dapat menimbulkan medan magnet.
                Gelombang elektromagnetik terdiri dari medan listrik (E) dan medan magnetic (B) yang berubah secara periodic dan serempak dengan arah getar tegak lurus satu sama lain dan keduanya tegak lurus terhadap arah rambatan gelombang.
                Cepat rambat gelombang elektromagnetik ditentukan oleh permeabilitas dan permitivitas ruang hampa.
                Sifat-sifat gelombang elektromagnetik antara lain sebagai berikut:
1.Dapat merambat dalam ruang hampa
2.Merupakan gelombang transversal
3.Merambat dalam arah lurus
4.Dapat mengalami pembiasan (refraksi)
5.Dapat mengalami pemantulan (refleksi)
6.Dapat mengalami perpaduan (interferensi)
7.Dapat mengalami pelenturan (difraksi)
8.Dapat mengalami pengkutuban (polarisasi)
B.Spektrum Gelombang Elektromagnetik
                Spektrum gelombang elektromagnetik terdiri dari bermacam-macam gelombang yang dibedakan berdasarkan frekuensi atau panjang gelombangnya. Jenis-jenis gelombang elektromagnetik ada;ah sebagai berikut:
Jenis Gelombang
Panjang Gelombang (m)
Gelombang radio
>103
Gelombang mikro
10-3 – 10-1
Sinar inframerah
7 x 10-7 – 10-3
Cahaya tampak
4 x 10-7 – 7 x 10-7
Sinar ultraviolet
10-8  4 x 10-7
Sinar - X
5 x 10-11 – 10-8
Sinar gamma
<5 x 10-11

                Persamaan yang menunjukan hubungan c, λ, dan f pada gelombang elektromagnetik dirumuskan sebagai berikut:
C = λ . f
Keterangan:
C = cepat rambat gelombang elektromagnetik (3 x 108 m/s)
λ = panjang gelombang (m)
f= Frekuensi gelombang (Hz)
Penggunaan gelombang elektromagnetik antara lain sebagai berikut:
1.Gelombang Radio dan Televisi
                Gelombang televise yang mempunyai frekuensi sedikit lebih tinggi dari gelombang radio dapat merambat secara lurus dan tidak dapat dipantulkan oleh lapisan ionosfer ( suatu lapisan dalam atmosfer bumi ). Agar dapat ditangkap atau diterima disuatu daerah yang jauh dari pemancarnya diperlukan adanya stasiun relai atau stasiun penghubung. Gelombang radio dan televise dihasilkan dari osilasi listrik dalam rangkaian.
                Gelombang radio dapat dibedakan ke dalam tiga daerah sebagai berikut:
Daerah Gelombang Radio
Rentang Panjang Gelombang (m)
Gelombang radio pendek
10 – 100
Gelombang radio menengah
100 – 1.000
Gelombang radio panjang
>1.000

                Pada system radio komersial biasanya digunakan dua jenis system modulasi, yaitu AM (Amplitudo Modulation) dan FM (Frequency Modulation).
                Sistem AM memiliki jangakauan yang luas karena dapat dipantulkan oleh lapisan ionosfer, tetapi dapat terpengaruh oleh gejala kelistrikan dan kemagnetan di udara sehingga akan menimbulkan derau. Sistem FM memilik jaringan yang sempit karena tidak dapat dipantulkan oleh lapisan ionosfer, tetapi tidak terpengaruh oleh gejala kelistrikan dan kemagnetan di udara sehingga menghasilkan suara yang jernih.
2.Gelombang Mikro
                Gelombang mikro merupakan gelombang radio dengan frekuensi paling tinggi (SHF=Super High Frequency), yaitu 3 GHz. Gelombang mikro dapat dengan mudah diserap oleh molekul air dalam makanan. Apabila suatu makanan menyerap radiasi gelombang mikro, maka makanan tersebut menjadi panas dalam waktu yang sangat singkat.
                Gelombang mikro dihasilkan oleh peralatan elektronika khusus, misalnya tabung klystron. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh oven (microwave oven) untuk memasak makanan dengan cepat dan lebih ekonomis.
                Kegunaan lain dari gelombang mikro adalah pada pesawat radar (radio detection and ranging). Pesawat radar bekerja menggunakan sifat pemantulan gelombang mikro frekuensi 1010 Hz.
3.Sinar Inframerah
                Sinar inframerah dapat dihasilkan oleh electron dalam molekul yang bergetar karena dipanaskan. Apabila
Suatu benda dipanaskan akan memancarkan sinar inframerah yang jumlah sinarnya bergantung pada suhu dan warna benda. Dengan menggunakan prinsip ini, suatu satelit pengamat dapat mendeteksi tumbuh-tumbuhan (atau benda lain) yang ada di suatu daerah.
                Sinar inframerah dapat dihasilkan oleh molekul-molekul dan benda panas yang dapat dimanfaatkan dalam bidang industry, medis, dan astronomi. Pemotretan permukaan bumi dari pesawat udara maupun satelit biasanya menggunakan sinar inframerah karena tidak banyak dihamburkan oleh partikel-partikel udara.
Sinar inframerah dapat dibedakan ke dalam tiga daerah seperti pada tabel berikut:
Daerah Inframerah
Rentang Panjang Gelombang (m)
Inframerah dekat
7,8 x 10-7 – 3 x 10-6
Inframerah sedang
3 x 10-6 – 3 x 10-5
Inframerah jauh
3 x 10-5 – 10-3

4.Cahaya atau Sinar Tampak
                Cahaya atau sinar tampak merupakan sinar yang dapat membantu penglihatan kita. Cahaya tampak dapat dihasilkan oleh benda yang suhunya cukup tinggi, misalnya matahari dan filamen pada lampu. Cahaya tampak juga dapat dihasilkan dari perpindahan electron dalam atom dari keadaan berenergi tinggi ke keadaan berenergi rendah. Cahaya yang berbeda frekuensi atau panjang gelombangnya akan menyebabkan terjadinya perbedaan sensasi pada mata, sehingga menimbulkan warna yang berbeda. Spektrum warna cahaya berdasarkan urutan kenaikan panjang gelombang adalah sebagai berikut:
Spektrum Warna
Panjang Gelombang (nm)
Ungu
390 – 455
Biru
455 – 492
Hijau
492 – 577
Kuning
577 – 597
Jingga
597 – 622
Merah
622 – 780

5.Sinar Ultraviolet
                Sinar ultraviolet mempunyai daerah frekuensi 1015 Hz sampai 1016 Hz. Jenis gelombang elektromagnetik ini dihasilkan oleh atom dan molekul dalam loncatan atau nyala listrik. Dengan energy yang hamper sama pada energy yang diperlukan dalam suatu reaksi kimia, maka sinar ultraviolet dapat digunakan untuk memendarkan barium platina sianida, menghitamkan pelat foto yang berlapis perak bromide, dan memiliki daya pembunuh kuman (terutama untuk kuman-kuman penyakit kulit). Sumber-sumber sinar ultraviolet adalah busur karbon, lampu merkuri, dan sinar matahari.
                Matahari merupakan sumber utama dari sinar ultraviolet. Sinar ultraviolet dari matahari dapat mengionisasi partikel-partikel atmosfer yang berada pada ketinggian sekitar 80 km yang disebut lapisan ionosfer. Lapisan ozon (O3) di atmosfer dapat menyerap sinar ultraviolet sehingga tidak sampai ke permukaan bumi. Berlubangnya lapisan ozon dapat menyebabkan meningkatnya sinar ultraviolet yang sampai ke permukaan bumi sehingga akan mengancam mahkluk hidup di permukaan bumi.
6.Sinar-X/Sinar Rontgen
                Sinar-X mempunyai daerah frekuensi 1016 Hz sampai 1020 Hz. Sinar-X dihasilkan oleh electron-elektron yang terletak dibagian dalam kulit electron atau juga pancaran radiasi yang keluar ketika electron berkecepatan tinggi menumbuk permukaan logam.
                Dengan panjang gelombang yang pendek dan frekuensi yang besar, sinar-X mempunyai daya tembus yang kuat. Sinar-X dapat digunakan untuk memotret susunan tulang dalam tubuh, misalnya untuk menentukan letak tulang yang retak.
7.Sinar Gamma
Sinar gamma mempunyai daerah frekuensi 1020 Hz sampai 1025 Hz. Sinar gamma merupakan gelombang elektromagnetik yang memiliki daya tembus sangat kuat sehingga dapat menembus pelat besi dengan ketebalan sampai beberapa sentimeter. Sinar yang dihasilkan oleh inti-inti yang tidaj stabil ini banyak digunakan untuk membunuh sel-sel kanker dan sterilisasi alat-alat kedokteran. Radiasi sinar gamma dapt diketahui dengan suatu alat yang disebut dengan detector Gaiger-Muller.

Branch Of Biology


v  Anathomy is the science of learning about the body parts

v  Algologi is the study about algae

v  Apiari is the science of learning about bees , including livestock bee

v  Botany is the  who learned about plant

v  Bacteriology is the study about bacteria

v  Bryologi is the study about mosses

v  Cytology is the study about cell

v  Cardiology is the science of learning about the heart and blood vessels

v  Dendrology is the study about trees and other woody plant

v  Enzymology is the study about enzyme

v  Evolution is the science study about living things

v  Ecology is the study about relationship timbale

v  Embryology is the stud about embryonic development

v  Endocrinology is the study about hormone

v  Entomology is the study about insect

v  Enzymology is study of enzyme

v  Fikology is the study about algae

v  Genitica is the study about inherintance

v  Genetic engineering is the study about nature of genetic manipulation

v  Harpetology is the study about reptiles and amphibian

v  Histology is the study about network

  • Iktiologi is the study about fish

  • Limnology is the sudy about marsh

  • Oncology is the sudy about cancer and prevention

  • Virology is the study about virus

  • Neurology is the stud about dealing the nervous system

  • Radiology is the stud about human body using

  • Pulmonology is the study about lung

  • Mammalogy is the stud about mammal

  • Zoology is the study about animal

  • Physiology is the study about function of body work

  • Microbiology is the study about organism

  • Mikobiology is the study about fungi

  • Molecular biology is the study about biology at the molecular level

  • Taxonomic is the study about living things

  • Mirmekologi is the stud about the termites

  • Nematology is the study about nematode

  • Malacology is the stud about mollusks

  • Primatology is the stud about primate

  • Karsinology is the study about crustacean

  • Paleobotany is the study about past plant

  • Ikhtiology is the stud about fish

  • Ornithology is the study about birds

  • Pteriodology is the study about ferns

Ø  Morphology is the study about the shape or outside the organism traits

Ø  Rodentiology is the study about rodentia

Ø  Paleozoology is the study about ancient animals

Ø  Pathology is the study about disease

Ø  Protozoology is the study about protozoa

Ø  Organology is the study about organ

Minyak Bumi


A.Proses Pembentukan Minyak Bumi
                Minyak bumi terbentuk dari proses pelapukan fosil tumbuhan dan hewan purba yang tertimbun dan mengendap berjuta-jurta tahun yang lalu. Sisa-sisa  tumbuhan dan hewan ini tertimbun endapan lumpur, pasir, dan zat lain, serta mendapat tekanan dari panas bumi secara alami. Bersamaan proses tersebut bakteri pengurai merombak senyawa-senyawa kompleks menjadi senyawa minyak bumi yang terkumpul dalam pori-pori batu kapur/batu pasir. Dengan adanya gaya kapiler, minyak bumi bergereak perlahan-lahan ke atas. Jika gerakan ini terhalang batuan yang tidak berpori, maka terjadi akumulasi minyak dalam batuan. Inilah sebabnya mengapa minyak bumi disebut petroleum (petrus=batu, oleum=minyak).
                Daerah di dalam lapisan tanah yang kedap air tempat terkumpulnya  minyak bumi disebut antikinal atau cekungan. Di dalam cekungan ini lapisan paling bawah berupa air, lapisan di atasnya adalah minyak bumi, dan rongga diatas minyak bumi berisi gas alam. Jika akumulasi minyak bumi di suatu cekungan cukup banyak (cukup menguntungkan secara komersial), minyak bumi tersebut diambil dengan cara pengeboran.
Pembentukan minyak bumi di dasar laut sebagai berikut :
(1.)Sisa tumbuhan dan hewan yang mati tenggelam ke dasar laut dan tertutup oleh pasir.
(2.)Selama jutaan tahun sisa tersebut tertimbun menjadi batu padas.
(3.)Pengubahan sisa-sisa tersebut menjadi minyak dan gas alam.

B.Komponen-Komponen Minyak Bumi
Minyak bumi merupakan campuran kompleks yang sebagian besar terdiri dari senyawa hidrokarbon. Hidrokarbon yang terkandung dalam minyak bumi sebagian besar tersusun atas senyawa alkana (hidrokarbon jenuh) dan sedikit alkena, alkuna, dan alkadiena (hidrokarbon tidak jenuh).
Senyawa-senyawa yang merupakan komponen minyak bumi dapat dilihat dalam table berikut :
Jenis Senyawa
Persentase (%)
Contoh Senyawa
Hidrokarbon
Senyawa Belerang
Senyawa Oksigen
Senyawa Nitrogen
Organologam
90 – 99
0,1 – 7
0,06 – 0,4
0,01 – 0,9
 0,01
Alkana, sikloalkana, dan aromatis
Tioalkana (R – S – R), alkanatiol (R – S – H)
Asam Karboksilat (R – COOH)
Pirol (C4H5N)
Senyawa-senyawa dari logam Ni dan V

C.Proses Pengolahan Minyak Bumi
                Ditinjau dari proses terbentuknya, maka minyak bumi berada kurang lebih 3 – 4 km dari bawah permukaan tanah. Untuk memperoleh minyak bumi, dilakukan dengan cara pengeboran. Hasilnya berupa minyak mentah yang belum dapat digunakan, sehingga harus diolah lebih lanjut. Minyak mentah dipisahkan menjadi sejumlah fraksi-fraksi melalui proses distilasi/penyulingan bertingkat. Pemisahan minyak mentah ke dalam komponen-komponen murni (senyawa tunggal) tidak mungkin dapat dilakukan. Selain tidak praktis, juga terlalu banyak senyawa-senyawa yang ada dalam minyak bumi. Alasan yang lain karena senyawa hidrokarbon mempunyai isomer yang titik didihnya berdekatan.
                Fraksi-fraksi yang diperoleh dari distilasi minyak bumi adalah campuran  hidrokarbon yang mendidih pada trayek suhu tertentu. Distilasi ini dilakukan dalam menara distilasi yang terdapat pelat-pelat dengan jarak tertentu dan merupakan sejumlah sungkup udara (bubble caps).
                Proses di dalam  ini diawali dengan memompakan minyak mentah yang telah dipanaskan sampai suhu 3400C ke menara distilasi. Di dalam menara ini sebagian minyak mentah akan menguap dan bergerak melalui bubble caps, sebagian uap mencair dan mengalir  melalui pelat sehingga terpisah dari fraksi lain. Uap yang tidak mencair terus naik ke atas dan akan mencair sedikit demi sedikit sesuai titik didihnya, sampai akhirnya diperoleh fraksi-fraksi minyak bumi berdasarkan titik didihnya, dalam fraksi gas-gas.
                Petroleum eter, bensin, nafta, kerosin, dan solar merupakan kelompok distilat (cairan hasil distilasi) sedangkan minyak pelumas, vaselin, lilin, dan aspal merupakan residu (padatan sisa distilasi).
                Fraksi-fraksi minyak bumi tesebut diperoleh melalui pengolahan minyak  bumi. Pengolahan ini dilakukan pada kilang minyak melalui dua tahap. Tahap pertama pengolahan dikenal dengan nama primary processing. Proses dilakukan dengan cara distilasi bertingkat. Sedangkan pengolahan tahap kedua dinamakan secondary processing. Proses ini dilakukan dengan beberapa metode sebagai berikut :
1.Primary Processing
Proses tahap pertama adalah proses distilasi bertingkat. Distilasi bertingkat, merupakan proses distilasi yang dilakukan berulang kali, untuk mendapatkan berbagai macam fraksi yang berbeda titik didihnya.
                Fraksi-fraksi hasil distilasi bertingkat minyak bumi adalah sebagai berikut :
a.       Fraksi pertama adalah elpiji. Elpiji merupakan gas yang dicairkan atau biasa disebut LPG (Liquified Petroleum Gas). Kegunaan dari LPG adalah sebagai bahan bakar kompor gas, mobil dengan BBG (bahan bakar gas), atau diolah menjadi bahan kimia lain.
b.      Fraksi kedua adalah gas buni atau dikenal dengan nama nafta. Nafta tidak dapat langsung dipakai, namun diolah dahulu menjadi bensin atau bahan petrokimia lain.
c.       Fraksi ketiga adalah kerosin atau minyak tanah dan avtur, yang digunakan sebagai bahan bakar pesawat jet.
d.      Fraksi keempat adalah solar. Solar biasa dipakai sebagai bahan mesin diesel.
e.      Fraksi kelima merupakan residu yang berisi hidrokarbon rantai panjang. Residu ini dapat diolah kedalam tahap selanjutnya menjadi senyawa karbon lain, aspal, dan lilin.
2.Secondary Processing
Proses tahap kedua ini merupakan proses lanjutan dari primary processing. Proses-proses yang terjadi pada tahap kedua ini meliputi sebagai berikut :
a.Cracking (Perengkahan)
Tujuan dari proses cracking adalah untuk mengubah struktur kimiawi senyawa-senyawa hidrokarbon. Terdapat beberapa proses dalam cracking, yaitu :
1.)Perengkahan/pemecahan rantai,
2.)Alkilasi (pembentukan alkil),
3.)Polimerisasi/penggabungan rantai karbon
4.)Reformasi/perubahan struktur, dan
5.)Isomerisasi (perubahan isomer).
b.Proses ekstraksi, yaitu pembersihan produk dengan menggunakan pelarut.
c.Kristalisasi, merupakan proses pemisahan fraksi melalui perbedaan titik cairnya. Contohnya, pemurnian solardengan proses pendinginan, penekanan, dan penyaringan hingga diperoleh produk lilin.
d.Treating atau pembersihan dari kontaminasi. Pembersihan ini dilakukan untuk mengantisipasi bila pada primary processing terjadi kontaminasi oleh kotoran. Pembersihan dilakukan dengan cara menambahkan soda kaustik (NaOH) atau tanah liat atau melalui proses hidrogenasi.
Hasil yang diperoleh dari tahap kedua, dikelompkan berdasarkan jumlah atom C pada rantai karbon senyawa hidrokarbon dan titik didihnya.
Berikut ini adalah table fraksi hidrokarbon hasil penyulingan minyak bumi tahap kedua:
Fraksi
Jumlah Atom C
Titik Didih ( C)
Kegunaan
Gas
C1 – C4
-160 s.d. -30
Bahan bakar, sumber hydrogen
Petroleum eter
C5 – C6
30 – 90
Pelarut
Bensin (gasoline)
C5 – C12
70 – 140
Bahan bakar
Nafta (bensin berat)
C6 – C12
140 – 180
Zat aditif bensin
Minyak tanah, avtur
C9 – C14
180 – 250
Bahan bakar rumah tangga, mesin jet
Solar, minyak diesel
C12 – C18
270 – 350
Bahan bakar diesel, industry
Pelumas
C18 – C22
350 keatas
Pelumas
Minyak bakar
C22 – C25
350 keatas
Bahan bakar industry
Parafin/lilin
C20  ke atas
350 keatas
Penerangan
Aspal
C20  ke atas
350 keatas
Pelapis jalan raya

D.Kualitas Bensin
                Bensin atau sering disebut gasoline/premium terdiri dari campuran isomer heptana (C7H16) dan oktana (C8H18). Merupakan salah satu fraksi minyak bumi yang digunakan sebagai baha bakar mesin dan kendaraan bermotor. Sebenarnya, fraksi bensindalam minyak tanah relative sedikit. Olek karena itu, pada pengolahan minyak bumi dilakukan secara cracking. Proses cracking adalah proses pemutusan rantai panjang hidrokarbon. Caranya, dengan memanaskan minyak bumi pada suhu 8000C, agar fraksi yang berantai panjang namun kurang komersil pecah menjadi fraksi bensin yang mempunyai rantai ikatan lebih pendek.
                Mutu bahan bakar bensin ditentukan oleh jumlah ketukan (knocking) yang ditimbulkan. Jumlah ketukan dinyatakan dala oktan. Semakin tinggi mutu bensin, berarti jumlah ketukan semakin sedikit, dan angka oktannya semakin tinggi. Sebagai pembanding dalam penentuan bilangan oktan pada bensin digunakan nilai n – heptana dan isooktana. Kedua senyawa ini merupakan sebagian senyawa yang terdapat dalam besin. Isooktana menberikan ketukan paling sedikit, diberi nilai 100. n – heptana menghasilkan ketukan paling sedikit, diberi nilai nol. Suatu campuran yang terdiri dari 80% isooktana dan 20% n – heptana mempunyai nilai oktan sebesar = 80
                Salah satu jenis bensin, misalnya premix, mempunyai nilai oktan 94. Ini berarti, mutu premix setara dengan campuran 94% isooktana dan 6% n – heptana. Hal ini bukan berarti dalam premix hanya terdiri dari 94% isooktana dan 6% n – heptana. Namun, mutu premix atau jumlah ketukan yang dihasilkan setara dengan campuran 94% isooktana dan 6% n – heptana. Premium mempunyai nilai oktan antara 80 – 85. Sedankan super TT nilai oktanya 98. Bensinyang digunakan sebagai bahan bakar motor, diperoleh langsung dari penyulingan minyak bumi. Pada umumnya, bensin menimbulkan banyak ketukan. Hal ini terjadi karena sebagian besar bensin merupakan hasil penyulingan terdiri dari alkana rantai lurus.
                Bensin yang berantai hidrokarbon lurus kualitasnya kurang baik karena mengakibatkan penyalakan/knocking pada mesin, sehingga mesin menjadi cepat rusak. Namun, knocking ini dapat dikurangi dengan menambahkan TEL (Tetra Ethyl Lead) yaitu Pb (C2H5)4. Penambahan 2 – 3 mL TEL ke dalam 1 galon bensin, dapat menaikkan nilai oktan 15 poin. Kekurangan dari penambahan TEL ini adalah dalam pembakaran bensin akan menghasilkan oksida timah hitam yang keluar bersama asap knalpt atau menempel pada mesin.
                Untuk mengantisipasinya, maka ke dalam bensin bertimpal ini dicampurkan 1,2 – dibromo etana sehingga endapan PbO dalam mesin tidak terjadi.
E.Dampak Pembakaran Bensin terhadap Lingkungan
Pemakainan TEL pada bensin, selain mampu mempercepat pembakaran bensin, ternyata juga memberikan dampak negative yaitu menghasilkan partikulat Pb dari knalpot yang mengakibatkan pencemaran udara, menggangu pernapasan, gigi rapuh, kerusakan tulang belakanh, terhambatnya kerja enzim, dan terggangunya pembentukan hemoglobin. Untuk mengganti TEL digunakan MTBE (Metil Tersier Butil Eter). Namun perlu diketahui bahwa memakai timbale atau bukan timbale, bensin tetap merupakan penyebab polusi udar terbesar karena merupakan sumber utama gas CO2. CO2 dihasilkan dari proses pembakaran sempurna.
Reaksi pembakaran sempurna tersebut sebagai berikut:
2C8H18 + 25O2 → 16 CO2 + 18H2O
                Selain itu pembakaran bensin juga menghasilkan gas CO yang beracun dan dapat berikatan dengan hemoglobin dalam darah, dan menghalangi ikatan O2 dengan hemoglobin.
Reaksinya sebagai berikut:
C8H18 +  17/2 O2  → 8CO + 9H2O
                Bila gas O2 yang tersedia cukup, maka reaksi tersebut akan berjalan sempurna. Namun jika tidak, maka akan terjadi pembakaran tidak sempurna yang menghasilkan gas CO. Gas CO dapat berikatan dengan hemoglobin, yang seharusnya berdungsi mengikat O2. Tetapi karena kemampuan CO untuk mengikat tersebut lebih kuat, maka Hb yang telah berikatan dengan CO menjadi HbCO tidak bisa lagi mengikat O2. Akibatnya tubuh akan kekurangan O2.
                Ambang batas CO di udara adalah < 100 ppm. Udara dengan kadar CO > 100 ppm menyebabkan sakit kepala dan cepat lelah. Sedangkan pada kadar CO > 750 ppm dapat menyebabkan kematian, maka dari itu jangan menyalakan mesin di ruang tertutup!
                Pembakaran bensin yang mengandung belerang secara terus – menerus dan oksida belerang yang dilepas ke udara dalam jumlah banyak akan menimbulkan hujan asam. Selain itu, CO2 yang terlalu banyak di udara akan menyebabkan peningkatan suhu bumi ( green house effect ).
F.Residu Minyak Bumi dalam Industri Petrokimia
                Minyak bumi dan gas alam merupakan senyawa hidrokarbon. Kegunaan terpenting dari senyawa hidrokarbon adalah sebagai bahan bakar, baik bahan bakar minyak (BBM) ataupun bahan bakar gas (BBG), gas elpiji , bensin, solar, dan minyak tanah adalah fraksi-fraksi minyak bumi yang digunakan sehari-hari oleh masyarakat.
                Fraksi ringan dari minyak bumi, yang mempunyai atom C antara 5 – 12, sering difraksionisasi lahi menjadi fraksi-fraksi yang lebih sempit. Sebagai contoh, adalah nafta, yang mempunyai atom C6 – C10. Nafta merupakan bahan baku yang digunakan dalam berbagai industry, seperti plastic, serat sintetis, karet sintetis, nilon, detergen, pestisida, kosmetik, obat-obatan, dan juga sebagai pelarut.
                Selain fraksi-fraksi minyak bumi, terdapat residu/padatan minyak bumi yang dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Misalnya aspal untuk pengeras jalan. Ada juga yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar kapal laut.
                Kegunaan lain yang tak kalah penting adalah sebagai bahan baku produk-produk industry yang memakai bahan baku hidrokarbon (petrokimia), misalnya plastic, karet sintetis, minyak pelumas, vaselin, dan lilin.