2.1. Jenis Skala
Pengukuran
Skala pengukuran dapat dikelompokkan
menjadi empat jenis yaitu skala nominal, ordinal, interval, rasio. Berikut
penjelasandari ke empat jenis skala pengukuran tersebut.
2.1.1. Skala Nominal
Skala nominal merupakan skala pengukuran
yang menyatakan kategori atau kelompok dari suatu objek. Misalkan variabel
jenis kelamin, responden dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori laki-laki
dan wanita. Kedua kelompok ini dapat diberi kode angka 1 dan 2. Angka ini hanya
berfungsi sebagai label kategori semata tanpa nilai intrinsik dan tidak
memiliki arti apa-apa.
2.1.2. Skala Ordinal
Skala ordinal tidak hanya mengkategorikan
variabel ke dalam kelompok, tetapi juga merangking terhadap kategori. Misal pengukuran
persepsi responden dengan menggunakan skala linkert.
Persepsi Skala
Sangat
Tidak Setuju 1
Tidak
Setuju 2
Ragu-ragu 3
Setuju 4
Sangat
Setuju 5
2.1.3. Skala Interval
Skala interval merupakan data yang
diperoleh dengan cara pengukuran, dimana jarak antara dua titik sudah
diketahui. Misalkan: pengukuran waktu, selisih waktu antara pukul 6 sampai 9
sama dengan selisih waktu antara pukul 1 sampai 4
2.1.4. Skala Rasio
Skala Rasio adalah skala interval dan memiliki
nilai dasar (based value) yang tidak dapat dirubah. Misalkan umur
responden memiliki nilai dasar nol. Skala rasio dapat ditransformasikan dengan
cara mengalikan dengan konstanta, tetapi transformasi tidak dapat dilakukan
jika dengan cara menambah konstanta karena hal ini akan merubah nilai dasamya.
Jadi transformasi yang valid terhadap skala rasio adalah sbb:
Yt
= bY0
Oleh karena skala rasio memiliki nilai dasar,
maka pemyataan yang mengatakan "Umur Amir dua kali umur Tono" adalah
valid. Data yang dihasilkan dari skala rasio disebut data rasio dan tidak ada
pembatasan terhadap alat uji statitik yang sesuai. Variabel yang diukur dengan
skala interval dan rasio disebut variabel metrik.