Analisis korelasi bertujuan untuk mengukur kekuatan
asosiasi (hubungan) linear antara dua variabel. Korelasi tidak menunjukkan
hubungan fungsional atau dengan kata lain analisis korelasi tidak membedakan
antara variabel dependen dengan variabel independen
Dalam analisis regresi, selain mengukur kekuatan hubungan
antara dua variabel atau lebih, juga menunjukkan arah hubungan antara variabel
dependen dengan variabel independen. Variabel dependen diasumsikan random yang
berarti mempunyai distribusi probabilistik. Variabel independen/bebas
diasumsikan memiliki nilai tetap (dalam pengambilan sampel yang berulang).
Teknik estimasi variabel dependen yang melandasi analisis
regresi disebut Ordinary Least Squares (pangkat kuadrat terkecil biasa). Inti
metode OLS adalah mengestimasi suatu garis regresi dengan jalan meminimalkan
jumlah kuadrat kesalahan setiap observasi terhadap garis tersebut.
5.1. Asumsi Ordinary Least Squares
Menurut Gujarati
(2003) asumsi utama yang mendasari model regresi linear klasik dengan
menggunakan model OLS adalah :
- Model regresi linear, artinya linear dalam
parameter seperti dalam persamaan di bawah ini :
Yi =
a + b1 Xi + ui
- Nilai X diasumsikan non-stokastik (non-random),
artinya nilai X dianggap tetap dalam sampel yang berulang
- Nilai rata-rata kesalahan adalah nol
- Homoskedastisitas, artinya variance kesalahan
sama untuk setiap periode.
- Tidak ada autokorelasi antar kesalahan
- Antara ui dan Xi saling bebas
- Jumlah observasi (n) harus lebih besar daripada
jumlah parameter yang diestimasi (jumlah variabel bebas)
- Adanya variabilitas dalam nilai X, artinya X
harus berbeda
- Model regresi telah dispesifikasi secara benar.
Dengan kata lain tidak ada bias (kesalahan) spesifikasi dalam model yang
digunakan dalam analisis empirik
- Tidak ada multikolinearitas yang sempurna antar variabel bebas.
5.2. Menilai Goodness of Fit Suatu Model
Ketepatan fungsi
regresi sampel dalam menaksir nilai aktual dapat diukur dari Goodness of
fitnya. Secara statistic, dapat diukur dari nilai koefisien determinasi, nilai
statistik F dan nilai statistik t.
a.
Koefisien Determinasi
Koefisien
determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model
dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah
antara nol dan satu.
Kelemahan
mendasar penggunaan koefisien determinasi adalah bias terhadap jumlah variabel
independent yang dimasukkan kedalam model. Setiap tambahan satu variabel
independent, maka R2 pasti meningkat tidak peduli apakah variabel
tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Oleh karena
itu, banyak peneliti menganjurkan untuk menggunakan nilai Adjusted R2
pada saat mengevaluasi mana model regresi terbaik. Tidak seperti R2,
nilai Adjusted R2 dapat naik atau turun apabila satu variabel
independent ditambahkan kedalam model.
b.
Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F)
Uji
statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independent atau
bebas yang dimasukkan dalam model secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap variabel terikat/dependen. Hipotesis nol (Ho) yang hendak
diuji adalah apakah semua parameter dalam model sama dengan nol, atau
Ho
: b1 = b2 = …………= bk = 0
Artinya,
apakah semua variabel independent bukan merupakan penjelas yang signifikan
terhadap variabel dependen.
Hipotesis
alternatif (Ha) tidak semua parameter secara simultan sama dengan nol, atau :
Ha : b1 ≠ b2…………≠ bk ≠ 0
Artinya, apakah semua variabel independent secara simultan merupakan
penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen.
Untuk
menguji hipótesis ini digunakan statistis F dengan kriteria pengambilan
keputusan sebagai berikut :
- Jika nilai signifikansi (α) kurang dari 0,05
(pada derajat kepercayaan 5%) maka menerima hipotesis alternatif (Ha) dan
menolak hipótesis nol (Ho), sehingga semua variable bebas secara
bersama-sama mempunyai pengaruh yang significan terhadap variabel dependen
- Membandingkan nilai F hasil perhitungan dengan nilai F menurut tabel. Jika F hitung > F tabel maka menerima Ha dan menolak Ho.
c.
Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Statistik t)
Uji
statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel
penjelas/independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel
dependen. Hipotesis nol (Ho) yang hendak diuji adalah apakah suatu parameter (bi) sama dengan nol, atau
Ho
: bi = 0
Artinya,
apakah suatu variabel independent bukan merupakan penjelas yang signifikan terhadap
variabel dependen.Hipotesis alternatif (Ha) tidak semua parameter suatu
variabel tidak sama dengan nol, atau :
Ha
: bi ≠ 0
Artinya,
apakah variabel tersebut merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel
dependen.
Untuk
menguji hipótesis ini digunakan statistis t dengan kriteria pengambilan
keputusan sebagai berikut :
- Jika nilai signifikansi (α) kurang
dari 0,05 (pada derajat kepercayaan 5%) maka menerima hipotesis alternatif
(Ha) dan menolak hipótesis nol (Ho), sehingga suatu variable bebas secara individual
mempunyai pengaruh yang significan terhadap variabel dependen
- Membandingkan nilai t hasil perhitungan dengan nilai t menurut tabel. Jika t hitung > t tabel dan – t hitung < - t tabel maka menerima Ha dan menolak Ho.
Langkah analisis :
- Buka
file data rasio
- Dari
menu utama SPSS, pilih menu analyze, kemudian submenu regression, lalu
pilih linear
- Tampak dilayar windows Linear Regression
- Pada
kotak dependent, isikan variabel
- Pada
kotak independent, isikan variabel
- Pada
kotak method, pilih enter
- Abaikan
yang lain dan tekan OK
- Hasil output SPSS