6.1. Uji Multikolinearitas
Uji Multikolinearitas bertujuan untuk menguji
apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Untuk mendeteksi ada
atau tidaknya multikolinearitas dalam model regresi adalah sebagai berikut :
- Menganalisis
matriks korelasi variabel-variabel independen. Jika antara variabel
independen ada korelasi yang cukup tinggi
(umumnya di atas 0,90), maka hal ini merupakan indikasi adanya
multikolinearitas.
- Multikolinearitas dapat juga dilihat dari nilai VIF (Variance Inflation Factor) atau tolerance. Nilai cutoff yang umumnya dipakai untuk menunjukkan tidak adanya multikolinearitas adalah nilai Tolerance > 0,10 atau sama dengan nilai VIF < 10.
Berikut disajikan cara
mendeteksi multikolinearitas dengan menganalisis matriks korelasi antar
variabel independen dan perhitungan nilai Tolerance dan VIF :
Langkah analisis :
a. Buka file data rasio
b. Dari menu utama SPSS, pilih menu analyze,
kemudian submenu regression, lalu pilih linear
c. Pada kotak dependent, isikan variabel
d. Pada kotak independent, isikan variabel
e. Pada kotak method, pilih enter
f. Untuk menampilkan matriks korelasi dan
nilai tolerance serta VIF, pilih Statistik, dilayar akan muncul tampilan
windows Linear Regression Statsitics
g.
Aktifkan pilihan Covariance
matrix dan collinierity Diagnostics
h.
Tekan continue, abaikan yang
lain dan tekan OK
6.2. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah
dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada
periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Untuk
mendeteksi ada tidaknya uji autkorelasi dapat digunakan uji Durbin Watson (DW
test)
Pengambilan keputusan ada tidaknya autokorelasi :
|
Hipotesis nol
|
Keputusan
|
Jika
|
|
Tdk ada autokorelasi positif
Tdk ada autokorelasi positif
Tdk ada korelasi negatif
Tdk ada korelasi negatif
Tdk ada autokorelasi positif atau negatif
|
Tolak
No decision
Tolak
No decision
Diterima
|
0 < d < dl
dl ≤ d ≤ du
4-dl < d < 4
4-du ≤ d ≤ 4-dl
du < d < 4-du
|
Langkah analisis :
- Buka
file data rasio
- Dari menu utama SPSS, pilih menu analyze, kemudian submenu regression, lalu pilih linear
- Pada
kotak dependent, isikan variabel
- Pada
kotak independent, isikan variabel
- Pada
kotak method, pilih enter
- Untuk
menampilkan nilai durbin watson, pilih Statistik, dilayar akan muncul
tampilan windows Linear Regression Statsitics
- Aktifkan pilihan durbin watson
- Tekan continue, abaikan yang lain dan tekan OK
6.3. Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastisitas menguji
apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu
pengamatan ke pengamatan yang lain. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas dalam model regresi adalah dengan melihat
grafik plot antara nilai prediksi
variable terikat (dependen) yaitu ZPRED dengan residualnya SRESID. Deteksi ada
tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola
tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED dimana sumbu Y adalah
Y yang diprediksi dan X adalah residualnya ( Y prediksi – Y sesungguhnya).
Dasar analisis :
- Jika
ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu
yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka
mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas
- Jika tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka nol pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
Langkah analisis :
- Buka
file data rasio
- Dari
menu utama SPSS, pilih menu analyze, kemudian submenu regression, lalu
pilih linear
- Lakukan
regresi
- Lanjutkan dengan menekan tombol Plot hingga di layar tampak tampilan windows linear regression plots
- Masukkan
variabel SRESID pada kotal pilihan Y
- Masukkan
variabel ZPRED pada kotak pilihan X
- Tekan continue dan abaikan yang lain lalu OK