A.Teori Gelombang Elektromagnetik
Faraday
telah menyelidiki hubungan kelistrikan dan kemagnetan sehingga menemukan bahwa
perubahan medan magnet dapat menghasilkan medan listrik. Kemudian Maxwell
mengemukakan hipotesis bahwa apabila perubahan medan magnet dapat menimbulkan
medan listrik, maka sebaliknya perubahan medan listrik pun akan dapat
menimbulkan medan magnet.
Gelombang
elektromagnetik terdiri dari medan listrik (E) dan medan magnetic (B) yang
berubah secara periodic dan serempak dengan arah getar tegak lurus satu sama
lain dan keduanya tegak lurus terhadap arah rambatan gelombang.
Cepat
rambat gelombang elektromagnetik ditentukan oleh permeabilitas dan permitivitas
ruang hampa.
Sifat-sifat
gelombang elektromagnetik antara lain sebagai berikut:
1.Dapat merambat dalam ruang
hampa
2.Merupakan gelombang transversal
3.Merambat dalam arah lurus
4.Dapat mengalami pembiasan
(refraksi)
5.Dapat mengalami pemantulan
(refleksi)
6.Dapat mengalami perpaduan
(interferensi)
7.Dapat mengalami pelenturan
(difraksi)
8.Dapat mengalami pengkutuban
(polarisasi)
B.Spektrum Gelombang
Elektromagnetik
Spektrum
gelombang elektromagnetik terdiri dari bermacam-macam gelombang yang dibedakan
berdasarkan frekuensi atau panjang gelombangnya. Jenis-jenis gelombang
elektromagnetik ada;ah sebagai berikut:
|
Jenis Gelombang
|
Panjang Gelombang (m)
|
|
Gelombang radio
|
>103
|
|
Gelombang mikro
|
10-3 – 10-1
|
|
Sinar inframerah
|
7 x 10-7 – 10-3
|
|
Cahaya tampak
|
4 x 10-7 – 7 x 10-7
|
|
Sinar ultraviolet
|
10-8 – 4 x 10-7
|
|
Sinar - X
|
5 x 10-11 – 10-8
|
|
Sinar gamma
|
<5 x 10-11
|
Persamaan
yang menunjukan hubungan c, λ, dan f pada gelombang elektromagnetik dirumuskan
sebagai berikut:
C = λ . f
Keterangan:
C = cepat rambat gelombang
elektromagnetik (3 x 108 m/s)
λ = panjang gelombang (m)
f= Frekuensi gelombang (Hz)
Penggunaan gelombang
elektromagnetik antara lain sebagai berikut:
1.Gelombang Radio dan Televisi
Gelombang
televise yang mempunyai frekuensi sedikit lebih tinggi dari gelombang radio
dapat merambat secara lurus dan tidak dapat dipantulkan oleh lapisan ionosfer (
suatu lapisan dalam atmosfer bumi ). Agar dapat ditangkap atau diterima disuatu
daerah yang jauh dari pemancarnya diperlukan adanya stasiun relai atau stasiun
penghubung. Gelombang radio dan televise dihasilkan dari osilasi listrik dalam
rangkaian.
Gelombang
radio dapat dibedakan ke dalam tiga daerah sebagai berikut:
|
Daerah Gelombang Radio
|
Rentang Panjang Gelombang (m)
|
|
Gelombang radio pendek
|
10 – 100
|
|
Gelombang radio menengah
|
100 – 1.000
|
|
Gelombang radio panjang
|
>1.000
|
Pada
system radio komersial biasanya digunakan dua jenis system modulasi, yaitu AM
(Amplitudo Modulation) dan FM (Frequency Modulation).
Sistem
AM memiliki jangakauan yang luas karena dapat dipantulkan oleh lapisan
ionosfer, tetapi dapat terpengaruh oleh gejala kelistrikan dan kemagnetan di
udara sehingga akan menimbulkan derau. Sistem FM memilik jaringan yang sempit
karena tidak dapat dipantulkan oleh lapisan ionosfer, tetapi tidak terpengaruh
oleh gejala kelistrikan dan kemagnetan di udara sehingga menghasilkan suara
yang jernih.
2.Gelombang Mikro
Gelombang
mikro merupakan gelombang radio dengan frekuensi paling tinggi (SHF=Super High
Frequency), yaitu 3 GHz. Gelombang mikro dapat dengan mudah diserap oleh
molekul air dalam makanan. Apabila suatu makanan menyerap radiasi gelombang
mikro, maka makanan tersebut menjadi panas dalam waktu yang sangat singkat.
Gelombang
mikro dihasilkan oleh peralatan elektronika khusus, misalnya tabung klystron.
Hal ini dapat dimanfaatkan oleh oven (microwave oven) untuk memasak makanan
dengan cepat dan lebih ekonomis.
Kegunaan
lain dari gelombang mikro adalah pada pesawat radar (radio detection and
ranging). Pesawat radar bekerja menggunakan sifat pemantulan gelombang mikro
frekuensi 1010 Hz.
3.Sinar Inframerah
Sinar
inframerah dapat dihasilkan oleh electron dalam molekul yang bergetar karena
dipanaskan. Apabila
Suatu benda dipanaskan akan
memancarkan sinar inframerah yang jumlah sinarnya bergantung pada suhu dan
warna benda. Dengan menggunakan prinsip ini, suatu satelit pengamat dapat
mendeteksi tumbuh-tumbuhan (atau benda lain) yang ada di suatu daerah.
Sinar
inframerah dapat dihasilkan oleh molekul-molekul dan benda panas yang dapat
dimanfaatkan dalam bidang industry, medis, dan astronomi. Pemotretan permukaan bumi
dari pesawat udara maupun satelit biasanya menggunakan sinar inframerah karena
tidak banyak dihamburkan oleh partikel-partikel udara.
Sinar inframerah dapat dibedakan
ke dalam tiga daerah seperti pada tabel berikut:
|
Daerah Inframerah
|
Rentang Panjang Gelombang (m)
|
|
Inframerah dekat
|
7,8 x 10-7 – 3 x 10-6
|
|
Inframerah sedang
|
3 x 10-6 – 3 x 10-5
|
|
Inframerah jauh
|
3 x 10-5 – 10-3
|
4.Cahaya atau Sinar Tampak
Cahaya
atau sinar tampak merupakan sinar yang dapat membantu penglihatan kita. Cahaya
tampak dapat dihasilkan oleh benda yang suhunya cukup tinggi, misalnya matahari
dan filamen pada lampu. Cahaya tampak juga dapat dihasilkan dari perpindahan
electron dalam atom dari keadaan berenergi tinggi ke keadaan berenergi rendah.
Cahaya yang berbeda frekuensi atau panjang gelombangnya akan menyebabkan
terjadinya perbedaan sensasi pada mata, sehingga menimbulkan warna yang
berbeda. Spektrum warna cahaya berdasarkan urutan kenaikan panjang gelombang
adalah sebagai berikut:
|
Spektrum Warna
|
Panjang Gelombang (nm)
|
|
Ungu
|
390 – 455
|
|
Biru
|
455 – 492
|
|
Hijau
|
492 – 577
|
|
Kuning
|
577 – 597
|
|
Jingga
|
597 – 622
|
|
Merah
|
622 – 780
|
5.Sinar Ultraviolet
Sinar
ultraviolet mempunyai daerah frekuensi 1015 Hz sampai 1016
Hz. Jenis gelombang elektromagnetik ini dihasilkan oleh atom dan molekul dalam
loncatan atau nyala listrik. Dengan energy yang hamper sama pada energy yang
diperlukan dalam suatu reaksi kimia, maka sinar ultraviolet dapat digunakan
untuk memendarkan barium platina sianida, menghitamkan pelat foto yang berlapis
perak bromide, dan memiliki daya pembunuh kuman (terutama untuk kuman-kuman
penyakit kulit). Sumber-sumber sinar ultraviolet adalah busur karbon, lampu
merkuri, dan sinar matahari.
Matahari
merupakan sumber utama dari sinar ultraviolet. Sinar ultraviolet dari matahari
dapat mengionisasi partikel-partikel atmosfer yang berada pada ketinggian
sekitar 80 km yang disebut lapisan ionosfer. Lapisan ozon (O3) di
atmosfer dapat menyerap sinar ultraviolet sehingga tidak sampai ke permukaan
bumi. Berlubangnya lapisan ozon dapat menyebabkan meningkatnya sinar
ultraviolet yang sampai ke permukaan bumi sehingga akan mengancam mahkluk hidup
di permukaan bumi.
6.Sinar-X/Sinar Rontgen
Sinar-X
mempunyai daerah frekuensi 1016 Hz sampai 1020 Hz.
Sinar-X dihasilkan oleh electron-elektron yang terletak dibagian dalam kulit
electron atau juga pancaran radiasi yang keluar ketika electron berkecepatan
tinggi menumbuk permukaan logam.
Dengan
panjang gelombang yang pendek dan frekuensi yang besar, sinar-X mempunyai daya
tembus yang kuat. Sinar-X dapat digunakan untuk memotret susunan tulang dalam
tubuh, misalnya untuk menentukan letak tulang yang retak.
7.Sinar Gamma
Sinar gamma mempunyai daerah
frekuensi 1020 Hz sampai 1025 Hz. Sinar gamma merupakan
gelombang elektromagnetik yang memiliki daya tembus sangat kuat sehingga dapat
menembus pelat besi dengan ketebalan sampai beberapa sentimeter. Sinar yang
dihasilkan oleh inti-inti yang tidaj stabil ini banyak digunakan untuk membunuh
sel-sel kanker dan sterilisasi alat-alat kedokteran. Radiasi sinar gamma dapt
diketahui dengan suatu alat yang disebut dengan detector Gaiger-Muller.