Kaitan Kerajaan dengan Sila pada Pancasila

Sriwijaya
Sriwijaya adalah kemaharajaan bahari yang pernah berdiri di pulau Sumatra dan banyak memberi pengaruh bagi nusantara. Bukti awal mengenai keberadaan kerajaan Sriwijaya ini berasal pada abad     ke-7.
Positif:
·         Cita-cita tentang kesejahteraan bersama dalam suatu negara berbunyi ‘marvuat vanua Criwijaya siddhayarta subhiksa’ (suatu cita-cita negara yang adil dan makmur) è sila ke 2
·         Perdagangan dilakukan dengan mempersatukan pedagang pengrajin dan pedagang raja yang disebut Tuha An Vatakvurah è sila ke 3
·         Pada zaman keemasan kerajaan sriwijaya sudah terbentuk kepercayaan, yaitu agama Hindu dan Buddha è sila ke 1
Negatif:
·         Kurangnya keadilan perekonomian. Di saat yang bersamaan kerajaan Mataram terus berkembang dan mengalahkan kerajaan Sriwijaya è sila ke 5

Majapahit
Majapahit adalah kerajaan yang berpusat di Jawa Timur yang berdiri sekitar 1293 hingga 1500 M. Kerajaan ini merupakan kerjaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai nusantara dan dianggap sebagai salah satu kerjaan terbesar dalam sejarah Indonesia.
Positif:
·         Kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang mampu menguasai Nusantara è sila ke 1
·         Majapahit meliputi Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua è sila ke 3
Negatif:
·         Di dalam negeri banyak muncul perselisihan dan perang saudara yang disebabkan karena banyak meninggalkan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila è sila 3
·         Tujuan utama Majapahit adalah memperoleh porsi terbesar dan mengendalikan perdagangan di Nusantara è sila ke 5
·         Perang saudara antara Wikramawardhana dan Wirabhumi dimenangkan oleh Wikramawardhana sedangkan Wirabhumi ditangkap kemudian dipancung è sila ke 2

Wangsa Syailendra
Wangsa Syailendra merupakan salah satu nama dinasti-dinasti raja yang berkuasa di Sriwijaya (pulau Sumatra) dan di Kerajaan Medang (Jawa Tengah) sejak tahun 752. Sebagian besar raja-rajanya menganut dan melindungi agama Buddha Mahayana.
Positif:
  • Sebagian raja-rajanya adalah penganut dan pelindung agama Buddha Mahayana è sila ke 1
  • Sanjaya mempersatukan kerajaan dengan bekas kerajaan Sanna, memindahkan ibu kota dan naik takhta membangun keraton baru di Mdang I Bhumi Mataram è sila ke 3

Negatif:
  • Raja Sanna mempunyai saudara perempuan bernama Sanaha yang kemudian dikawininya dan melahirkan anak bernama Sanjaya è sila ke 2
  • Dari carita parahiyangan dikatakan bahwa Rakai Sanjaya menyuruh anaknya untuk berpundah agama karena agama yang dianutnya ditakuti oleh semua orang è sila ke 1

Kalingga
Kalingga adalah kerajaan bercorak Hindu yang muncul di Jawa Tengah sekitar abad ke-6 M, keberadaanya diketahui dari sumber-sumber Tiongkok. Kerajaan ini pernah diperintah oleh Ratu Shima, yang dikenal memiliki peraturan barang siapa yang mencuri, tangannya akan dipotong.
Positif:
  • Kisah yang bercerita tentang Ratu Shima yang mendidik rakyatnya agar selalu berlaku jujur dan menindak keras kejahatan pencurian è sila ke 2
  • Dewan memohon agar pangeran tidak dihukum mati karena ia tidak sengaja menyentuh barang yang bukan miliknya dengan kaki, akhirnya sang pangeran diberi ampunan oleh Ratu Shima hanya dijatuhi hukuman potong kaki è sila ke 4
Negatif:
  • Setelah Maharani Shima meninggal, Sanjaya menggantikan buyutnya dan menjadi raja di kerajaan Kalingga Utara è sila ke 5 

Daftar Pustaka
Suyono RP. 2003. Peperangan Kerajaan di Nusantara. Jakarta: PT. Grasindo
Kaelan. 2008. Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: Paradigma Offset